• Sabtu, 28 Mei 2022

Pakar UGM Jelaskan Tanda-tanda Sehari Sebelum Erupsi Gunung Semeru

- Senin, 6 Desember 2021 | 17:26 WIB
Gunung Semeru, Keindahannya Pernah Diangkat di Film Yang Berjudul 5CM, Ini Sinopsisnya (tangkapan layar youtube trailer 5cm)
Gunung Semeru, Keindahannya Pernah Diangkat di Film Yang Berjudul 5CM, Ini Sinopsisnya (tangkapan layar youtube trailer 5cm)

UmatPost - Pakar Vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Wahyudi menyebut Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, telah mengalami peningkatan kegiatan sebelum saat erupsi terhadap 4 Desember 2021.
Wahyudi menjelaskan, sejak 90 hari paling akhir Semeru terpantau telah tunjukkan kenaikan kegiatan gempa letusan yang secara teori telah dapat diakui cukup sebagai prekursor atau gejala erupsi terhadap 4 Desember.

"Sejak 90 hari paling akhir tersedia peningkatan kegempaan, itu kurang lebih biasanya di atas 50 kali per hari sejak 90 hari terakhir. Bahkan tersedia yang sampai capai 100 kali per hari. Ini sebenarnya telah tanda-tanda, dapat dijadikan prekursor dapat terjadinya erupsi yang lebih besar," kata Wahyudi di Auditorium FMIPA UGM, Sleman, Senin (6/12).

Wahyudi menjabarkan, sebenarnya sejak statusnya dinaikkan jadi Waspada (level II) terhadap 2012, Semeru perlahan tunjukkan kenaikan aktivitas. Seperti mengeluarkan kepulan asap putih dan abu-abu setinggi 200-700 meter terhadap September 2020.

Kemudian kejadian guguran awan panas sejauh 11 kilometer terhadap 1 Desember 2020 silam ke arah tenggara atau Besuk Kobokkan.

"Dari 2012 sampai 2020, sepanjang 8 tahun ini sebenarnya suatu era yang cukup untuk gunung api aktif beristirahat. Ini yang diwaspadai kala gunung api yang aktif kala dia tidak aktif itu fasenya menghimpun energi," imbuhnya.

Baca Juga: PSSI Janji Beri Bonus ke Timnas Indonesia Jika Juara Piala AFF

Namun, Wahyudi memandang erupsi 4 Desember 2021 kemarin lebih disebabkan dikarenakan tingginya curah hujan di sekitaran Semeru. Kubah lava yang tidak stabil akhirnya mengalami longsor dan menyebabkan terjadinya awan panas.

Tingginya curah hujan ini menyebabkan terjadinya thermal stress atau situasi yang disebabkan akibat pergantian suhu. Situasi kubah lava yang bersuhu tinggi rentan longsor dikarenakan tekanan tinggi dari proses penguapan. Faktor eksternal ini menyebabkan fenomena erupsi kali ini terkesan tiba-tiba atau di luar perkiraan.

"Jangkauan awan panas capai 11 kilometer. Ini lebih panjang, lebih jauh dari panduan jarak safe dikarenakan panduan pemerintah itu jarak safe cuma 5 kilometer. Khusus yang tenggara 5 kilometer, terkecuali segala arah 1 kilometer," sebutnya.

Halaman:

Editor: Wahidin Noer Indra

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waktu Tepat Ganti Oli Mobil dan Tandanya

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:35 WIB

Kominfo Blokir Akun yang Sebar Konten Siskaeee

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:22 WIB

Cara Memindahkan Stiker Telegram ke WhatsApp

Selasa, 7 Desember 2021 | 13:04 WIB

8 Asteroid yang Mendekat dan Ancam Bumi Sepanjang 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 12:55 WIB

Layanan XL Terganggu Imbas Erupsi Gunung Semeru

Senin, 6 Desember 2021 | 17:33 WIB

Apple Disebut Rilis iPhone SE 3 5G Awal 2022

Kamis, 2 Desember 2021 | 13:58 WIB

Astronom Temukan Dua Black Hole 'Ganas' Berdekatan

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:05 WIB

Bos Fintech dan Krypto di Meta Mengundurkan Diri

Rabu, 1 Desember 2021 | 11:04 WIB

Nissan Kucurkan Rp253 Triliun untuk Garap Mobil Listrik

Selasa, 30 November 2021 | 14:55 WIB

Mobil Listrik Selo Era Dahlan Iskan Bakal Ganti Kemasan

Selasa, 30 November 2021 | 11:37 WIB

India Targetkan Pengembangan 6G untuk Tahun 2023

Kamis, 25 November 2021 | 12:50 WIB
X