• Sabtu, 28 Mei 2022

Panglima Andika Proses Hukum Prajurit Diduga Pukul Polwan

- Selasa, 7 Desember 2021 | 11:18 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

UmatPost - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjelaskan dapat memproses hukum prajurit TNI berkaitan dugaan pemukulan polisi wanita (polwan) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng). Dugaan pemukulan oleh prajurit TNI itu viral di sarana sosial.
"Saya dapat sistem hukum," kata Jenderal Andika selagi ditanya soal viral prajurit TNI diduga pukul Polwan di Kalteng, Selasa (7/12), dikutip Detik.com.

Andika menjelaskan baru mendapat informasi tersebut. Jenderal bintang empat itu meyakinkan sistem hukum segera dilakukan.

Dalam video viral memuat narasi soal polwan Polda Kalteng diduga dipukul prajurit TNI itu mulanya memuat cerita soal personel Raimas Polda Kalteng yang sedang laksanakan patroli pencegahan Covid-19 di Palangkaraya. Dalam perjalanan pulang, personel Raimas membubarkan kerumunan di sedang Jalan Tjilik Riwut, di depan sebuah kafe.

Pengunggah menyebut tidak benar satu personel polisi turun berasal dari kendaraan dikarenakan adanya perkelahian. Ia mencoba melerai, tetapi mendapat perlawanan berasal dari orang yang mengaku bagian Batalyon Rider 631 Antang.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi 3 Kali, Warga Diminta Waspada

Unggahan itu terhitung memuat cerita soal bentrok yang sempat berlangsung pada prajurit TNI dan personel Polda Kalteng. Salah satu personel Polda Kalteng sempat melapor kejadian berikut ke Provos Batalyon Rider 631 Antang. Tetapi, personel Raimas disebut tak mendapat respons.

Salah satu personel Raimas terhitung disebut sempat mengeluarkan ponselnya untuk merekam respons berasal dari pihak TNI tersebut. Namun, personel Raimas itu disebut mendapat ancaman. Anggota Raimas itu kembali ke Polda Kalteng dan melapor ke pimpinan.

Komandan Korem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya menjelaskan narasi yang viral di sarana sosial dilebih-lebihkan berasal dari fakta lapangan. Ia mengklaim kasus ini udah diselesaikan dengan perdamaian.

"Cerita sebetulnya itu kan udah terjadi. Yang beredar itu kan dilebih-lebihkan. Sebenarnya tidak layaknya itu," ujar Yudianto.

Halaman:

Editor: Wahidin Noer Indra

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebakaran di Tambora Jakbar, Satu Keluarga Tewas

Rabu, 8 Desember 2021 | 11:24 WIB

Warga Lumajang Hampiri Jokowi: Ibu Saya Meninggal, Pak

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:06 WIB

Update Erupsi Semeru: 22 Orang Meninggal Dunia

Senin, 6 Desember 2021 | 19:54 WIB

LTMPT Rilis Jadwal dan Persyaratan SNMPTN 2022

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:42 WIB
X