• Sabtu, 28 Mei 2022

KPK Panggil Istri Alex Noerdin Terkait Kasus di Musi Banyuasin

- Selasa, 7 Desember 2021 | 13:46 WIB
Sejumlah mantan pegawai KPK pertanyakan soal teknis perekrutan Khusus ASN Polri (FOTO: Ilustrasi/ Pikiran Rakyat Depok)
Sejumlah mantan pegawai KPK pertanyakan soal teknis perekrutan Khusus ASN Polri (FOTO: Ilustrasi/ Pikiran Rakyat Depok)

UmatPost - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Eliza Alex Noerdin berkenaan persoalan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tahun anggaran 2021.
Eliza merupakan istri berasal dari mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan ibu berasal dari Bupati Muba nonaktif Dodi Reza Alex Noerdin yang udah menjadi tersangka didalam persoalan ini.

"Yang mengenai [Eliza] diperiksa untuk tersangka DRA [Dodi Reza Alex]," ujar Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Selasa (7/12).

Selain itu, penyidik KPK termasuk memanggil ajudan Dodi yang bernama Mursyid. Belum diketahui materi apa yang hendak digali penyidik pada ke dua orang tersebut.

Dalam sistem penyidikan berjalan, tim penyidik KPK tengah mengusut perintah Dodi berkenaan pengaturan proyek tersebut pemilihan prinsip fee. Selain itu, penyidik termasuk mendalami duwit Rp1,5 miliar yang disita pas Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Baca Juga: 3 Tim Top yang Terancam Gagal ke 16 Besar Liga Champions

Berdasarkan informasi yang dihimpun, duwit tersebut diperuntukkan sebagai fee lawyer Soesilo Aribowo yang merupakan pengacara berasal dari Alex Noerdin, bapak kandung Dodi, yang tersangkut persoalan dugaan korupsi di Kejaksaan Agung.

KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka didalam persoalan dugaan korupsi di Kabupaten Musi Banyuasin. Mereka ialah Dodi Reza Alex Noerdin; Kepala Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Herman Mayori; Kepala Bidang SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari; dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy.

Dalam proyek infrastruktur itu, perusahaan punya Suhandy ditetapkan menjadi pemenang 4 paket proyek pembangunan. Adapun Dodi dianggap menerima duwit senilai Rp2,6 miliar.

 

Halaman:

Editor: Wahidin Noer Indra

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X