• Kamis, 11 Agustus 2022

Sistem Pendidikan Indonesia Persis Zaman Penjajahan Belanda

- Kamis, 2 Desember 2021 | 15:14 WIB
Ilustrasi Ruang kelas kosong akibat pandemi Covid-19 / Wokandapix (pixabay)
Ilustrasi Ruang kelas kosong akibat pandemi Covid-19 / Wokandapix (pixabay)

UmatPost - Ketika itu pihak Belanda itu butuh banyak karyawan yang memiliki kemampuan standar tapi mau dibayar murah. Akhirnya muncul lembaga sekolah, jadi pihak Belanda membentuk semacam lembaga sekolah. Penjajah Belanda membentuk semacam komunitas yang ada aturan dan ada sistemnya. Dimana mereka anak-anak Indonesia itu diajari calistung atau baca tulis hitung. Hanya sederhana tiga hal ini yang diajarkan oleh pihak Belanda calistung. Kemudian kalau mereka sudah bisa lulus langsung dipekerjakan oleh pihak Belanda dan mau dibayar murah. Jadi sekolah itu sebenarnya dalam sejarah penjajahan dahulu diciptakan bukan dengan tujuan yang mulia, namun sekolah itu diciptakan karena memang pihak Belanda itu butuh banyak karyawan yang memiliki kemampuan standar dan mau dibayar murah.

Dan sedihnya adalah sistem pendidikan Belanda itu masih dibawa oleh kita sampai dengan hari ini di sistem persekolahan kita. Yaitu anak-anak masih dianggap sebagai robot yang nantinya akan dipekerjakan dalam bidang industri. Coba anda bayangkan sekolah mengajarkan hal yang sama pada anak-anak kita distandarkan anak-anak yang sekolah dari Sabang sampai Merauke, yang tinggal di gunung, desa, pantai, kota semua pelajarannya sama. Padahal anak-anak yang di Gunung dekat dengan yang namanya wisata alam pegunungan. Anak yang tinggal di pantai dekat dengan wisata alam laut dan pantai juga. Yang tinggal di desa dekat dengan pertanian. Yang tinggal di kota dekat dengan industri. Tapi semua mata pelajarannya disamakan Padahal mereka tinggal di tempat tinggal dan latar belakang tempat tinggal yang berbeda.

Akhirnya artinya kebutuhan mereka pun seharusnya berbeda misalnya anak kota yang tinggal dekat dengan dunia industri maka pelajaran yang paling tepat untuk mereka tentu saja hal-hal yang berkaitan dengan industri. Anak desa pelajaran yang paling tepat adalah hal-hal yang berbau dengan pertanian nanti mereka dekat dengan alam dekat dengan alam dekat dengan pertanian maka pelajar yang tepat bagi mereka adalah hal yang berkaitan berkaitan dengan pertanian. Sehingga setelah lulus ilmunya itu langsung bisa diterapkan dan bermanfaat untuk alam sekitarnya.

Baca Juga: Anak Stres Karena Banyak Tugas Tanpa Bimbingan. Ortunya Kemana?

Kemudian anak yang tinggal di alam di dekat pantai mereka dengan dunia wisata jadi pendidikan yang cocok diutamakan kepada mereka tentu saja hal-hal yang berkaitan dengan pantai dengan pengolahan pantai dengan pengolahan pariwisata pantai itu tadi supaya setelah lulus mereka tahu bagaimana mengelola pariwisata ini bagaimana mengelola pantai mereka.

Bukan semuanya itu diajari yang berkaitan dengan industri akhirnya setelah lulus ya anak bisa pergi ke kota merantau kerja di pabrik, anak gunung merantau kerja di pabrik di kota, anak pantai lulus kerja di pabrik pergi ke kota, sedangkan di kota sudah penuh sesak padat. Sudah semua orang pergi ke kota mereka tidak kembali ke desa untuk mengolah apa yang ada di daerah tempat tinggalnya itu tadi dan ini hal yang sangat lucu sekali dan kurang bagus untuk sistem pendidikan kita karena materinya semua disamaratakan, cara mengevaluasinya juga disamaratakan padahal setiap anak itu memiliki kebutuhan, memiliki minat dan juga cara pandang yang berbeda.

Ada anak yang mereka lebih berminat dalam hal itu hitung-hitungan dan kelebihannya memang disitu, juga harus dengan kecepatan yang sama untuk mengejar kemampuan dalam hal bahasa. Jadikan namanya ini tidak adil dan tidak sesuai dengan fitrah anak-anak kita. Jadi sekarang inilah mengapa sistem pendidikan Indonesia saat ini hampir sama persis seperti sistem pendidikan yang diciptakan di jaman penjajahan dulu.

Jadi anak-anak kita sampai dengan hari ini yang masih sekolah itu sebenarnya masih dijajah kemerdekaan belajarnya. Masih dijajah karena mereka masih disamaratakan pelajarannya, disamaratakan cara mengevaluasinya, padahal kita tahu tadi anak-anak kita lahir dengan latar belakang tempat tinggal yang berbeda memiliki kebutuhan minat dan juga potensi yang berbeda-beda. Semua itu habis semuanya disamaratakan jadinya.

Bagi anda orang tua yang tertarik ingin belajar lebih dalam lagi tentang homeschooling atau saat ini anda sedang mencari homeschooling yang cocok untuk anak anda. Silahkan bisa konsultasikan ke kami MYEDU Homeschooling mulai dari setara PAUD hingga SMA menerima murid seluruh Indonesia hingga Luar Negeri. Hubungi CS MyEdu di nomor 081918 44 8080.

Halaman:

Editor: Wahidin Noer Indra

Sumber: redaksi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X