Hendak Membangun Kembali PKI, Malah Kena Hukuman Mati pada 1971

- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 09:20 WIB
Sukatno Husni Pemuda Rakyat PKI (UmatPost)
Sukatno Husni Pemuda Rakyat PKI (UmatPost)

UmatPost - Setelah Pemilu 1955, DPR memiliki bagian termuda. Namanya Sukatno Husni. Ia diusung dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat 260 bagian DPR hasil pemilu pertama dilantik, usia Sukatno masih berusia 28 tahun. Sementara bagian tertua adalah Sudjono, yang berusia 81 tahun. Sukatno tak datang dari keluarga kaya raya seperti Brigitta—yang dilaporkan memiliki harta kekayaan hingga miliaran rupiah.

Menurut Bambang Sindhu di dalam artikelnya berjudul “Sukatno” di majalah Minggu Pagi edisi 17 Juni 1956, ayahnya, Wir Margo hanya seorang tukang besi di pabrik gula Lestari di Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ayahnya apalagi buta huruf, sebelum saat selanjutnya diajari membaca dan menulis oleh Sukatno. Sedangkan ibu Sukatno merupakan aktivis Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) di Patianrowo, Jawa Timur.

Saat masih kecil, Sukatno dulu jadi tukang menyita bola tenis orang-orang Belanda di pabrik gula tempat ayahnya bekerja. Ia mendapat uang 2 1/2 sen dari pekerjaannya itu. Uang itu, sebut Bambang, digunakan untuk menopang membayar sekolah. Sebab, gaji ayahnya tak dapat membiayai uang sekolah. “Saya kira, di antara semua teman Sukatno bagian Parlemen, hanya dia sendirilah yang dulu jadi kacung tenis saat kecilnya,” tulis Bambang.

Baca Juga: Menyedihkan Nasib Guru Honorer Ini Sudah Gaji Kecil Kena Potong Pula

Pendidikan Sukatno pun terbilang rendah. Menurut Bambang, ia keluaran Sekolah Rakyat (setingkat SD), entah lulus atau tidak. Parluangan di dalam Hasil Rakjat Memilih Tokoh-tokoh Parlemen (Hasil Pemilihan Umum Pertama 1955) di Republik Indonesia (1956) menulis, pemuda kelahiran Malang, 31 Desember 1929 itu dulu pula jadi tukang listrik di pabrik gula tempat ayahnya bekerja.

Pada jaman revolusi fisik, Sukatno ikut angkat senjata. Parluangan menulis, antara 1946-1949, Sukatno jadi bagian laskar Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) dan bertempur di daerah-daerah Sumatera Selatan. Selain di Sumatera, ia ikut gerilya di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Bambang menulis, di Sumatera, Sukatno populer sebagai seorang pemimpin pasukan gerilya yang terdiri dari pemuda buruh. Menurut Parluangan, pasca-Konferensi Meja Bundar (KMB), Sukatno diberikan mandat memperluas dampak Pesindo di Jawa Tengah, dan menjalin jalinan bersama gerakan pemuda.

Baca Juga: MyEdu, Platform Belajar Online Melesat Berkah Kuota Kemendikbud

Parlaungan menyebut, karier Sukatno pun perlahan moncer. Ia terpilih sebagai Sekretaris II DPP Pemuda Rakjat pada 1950, sesudah itu jadi Sekretaris Umum I DPP Pemuda Rakjat pada 1952. Ia tergabung sebagai bagian PKI sejak 1951, dan jadi bagian Komite Eksekutif Gabungan Pemuda Demokratis se-Dunia (World Federation of Democratic Youth/WFDY) pada 1953.

Halaman:

Editor: Wahidin Noer Indra

Sumber: alinea.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X