• Sabtu, 28 Mei 2022

Taliban Izinkan Remaja Perempuan Sekolah di Pelosok Afghanistan

- Selasa, 7 Desember 2021 | 14:27 WIB
Anak-anak perempuan Afghanistan berbaris di sebuah sekolah di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 18 September 2021. (ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/HP/sa.)
Anak-anak perempuan Afghanistan berbaris di sebuah sekolah di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 18 September 2021. (ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/HP/sa.)

UmatPost - Pemerintah interim Afghanistan, Taliban, mengizinkan para remaja perempuan kembali bersekolah di wilayah pelosok layaknya Provinsi Ghazni.
Ghazni, merupakan wilayah yang sejak lama dikuasai Taliban. Di area itu pula mereka juga disebut mengizinkan pelajar perempuan bersekolah.

Di tidak benar satu desa provinsi itu, Nawabad, sekolah ditunaikan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang aktif di negara itu sepanjang empat dekade, Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA).

Kenyataan tersebut bertolak belakang bersama dengan keputusan yang diterapkan Taliban di Kabul dan wilayah lain yang terpantau pemerintah pusat.

"(Taliban) terlihat dan meninjau murid dan kelas-kelas. Mereka suka dikarenakan kita semua mengenakan hijab," ujar tidak benar satu pengajar muda di sekolah itu, Forozoan, kepada AFP, Selasa (7/12).

Di beberapa provinsi, pihak berwenang Taliban udah dibujuk sehingga membuka kembali sekolah, tapi jutaan pelajar perempuan menentukan berhenti sekolah.

Di desa lain, Langar, cuma tersedia kelas untuk anak perempuan dan perempuan muda di dalam proyek lain yang ditunaikan SCA.

"Saat Taliban mengambil alih kekuasaan Kabul, kita tak memiliki harapan mereka dapat mengizinkan (anak perempuan) sekolah, tapi kenyataanya mereka izinkan," kata pelajar perempuan berusia 18 tahun, Mahida.

Kelas area Mahida menuntut ilmu, memuat perempuan yang berusia 18-26 tahun, yang kehilangan pendidikan. Kini, mereka sedang buat persiapan ujian akhir tahun.

Baca Juga: Wali Kota Makassar Sebut Genangan Cukup Tinggi, Bukan Banjir

Halaman:

Editor: Wahidin Noer Indra

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook Rp2.165 Triliun

Selasa, 7 Desember 2021 | 11:32 WIB

Putin Desak WHO Segera Izinkan Vaksin Sputnik

Senin, 6 Desember 2021 | 16:39 WIB
X