• Kamis, 11 Agustus 2022

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook Rp2.165 Triliun

- Selasa, 7 Desember 2021 | 11:32 WIB
Pengungsi Rohingnya di perbatasan Bangladesh.  IFRC/Mirva Helenius
Pengungsi Rohingnya di perbatasan Bangladesh. IFRC/Mirva Helenius

Ada group etnis Rohingnya yang pergi dan tinggal di kamp pengungsian akibat kampanye militer Myanmar yang dinilai PBB merupakan bentuk genosida pada etnis itu.

Sementara itu, penduduk Rohingya yang memastikan tinggal di Myanmar tak diizinkan beroleh kewarganegaraan dan jadi subjek kekerasan komunal.

Tahun lalu, seorang whistleblower yang sempat bekerja di Facebook mengatakan bahwa perusahaan itu mengetahui web site mereka dapat membahayakan beberapa orang dari miliaran pengguna. Namun, eksekutif perusahaan itu menentukan mengejar pertumbuhan dibandingkan keamanan.

Whistleblower Frances Haugen mengatakan kepada Kongres AS pada Oktober bahwa Facebook memicu terjadinya kekerasan etnis di beberapa negara.

 

(mp)

Halaman:

Editor: Wahidin Noer Indra

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook Rp2.165 Triliun

Selasa, 7 Desember 2021 | 11:32 WIB

Putin Desak WHO Segera Izinkan Vaksin Sputnik

Senin, 6 Desember 2021 | 16:39 WIB
X