• Kamis, 11 Agustus 2022

AS Deteksi Omicron Lagi, Biden Umumkan Strategi Perang Lawan Covid

- Jumat, 3 Desember 2021 | 09:44 WIB
Presiden Joe Biden menyatakan bahwa varian Omicron Covid19 bukan penyebab panik, namun desak warga AS untuk ikut vaksinasi. (Adam Schultz)
Presiden Joe Biden menyatakan bahwa varian Omicron Covid19 bukan penyebab panik, namun desak warga AS untuk ikut vaksinasi. (Adam Schultz)

UmatPost - Presiden Joe Biden memberitakan rancangan kiat untuk melawan Covid-19 menjelang musim dingin di tengah kecemasan warga usai Amerika Serikat ulang mendeteksi masalah infeksi corona varian Omicron.
"Para ahli menyebutkan bahwa masalah Covid-19 bakal terus naik dalam beberapa pekan ke depan dan sementara musim dingin ini. Kita wajib bersiap," ujar Biden sementara memberitakan rancangan kiat itu terhadap Kamis (2/12).

Biden lantas menyebutkan bahwa secara garis besar, kiat ini tak bakal bersender terhadap lockdown atau penutupan besar-besaran di seluruh negara.

"Tidak bakal ada lockdown, melainkan vaksinasi, booster, dan tes besar-besaran," ucap Biden.

Dengan kepastian tak ada lockdown ini, ia meminta kiat yang disusun bakal sanggup diterima seluruh kubu di AS. Ia meminta AS sanggup bersatu melawan Covid-19.

AFP melaporkan bahwa kiat Biden itu termasuk pengetatan tes bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Negeri Paman Sam.

Semua pelaku perjalanan wajib menyerahkan hasil tes Covid-19 yang dilakukan maksimal sehari sebelum akan keberangkatan. Sebelumnya, AS tetap mengizinkan penumpang bersama dengan hasil tes tiga hari menjelang berangkat.

Aturan ini berlaku bagi seluruh penduduk AS dan warga asing, baik sudah divaksinasi atau belum.

Baca Juga: Rusia Kerahkan Sistem Rudal Pantai di Wilayah Sengketa Jepang

Untuk penumpang perjalanan domestik, Biden dilaporkan bakal memberitakan kebijakan tambahan untuk mewajibkan penggunaan masker di dalam pesawat, kereta, dan alat transportasi lainnya sampai Maret mendatang.

Halaman:

Editor: Wahidin Noer Indra

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook Rp2.165 Triliun

Selasa, 7 Desember 2021 | 11:32 WIB

Putin Desak WHO Segera Izinkan Vaksin Sputnik

Senin, 6 Desember 2021 | 16:39 WIB
X