Was-was Omicron, Malaysia Tunda Transisi ke Fase Endemi Covid

- Rabu, 1 Desember 2021 | 11:40 WIB
Malaysia melarang masuk pendatang asing dengan riwayat perjalanan dari tujuh negara Afrika untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron. (Foto: instagram@kualalumpurcity)
Malaysia melarang masuk pendatang asing dengan riwayat perjalanan dari tujuh negara Afrika untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron. (Foto: instagram@kualalumpurcity)

UmatPost - Malaysia menentukan untuk menunda sistem transisi menuju fase endemi Covid-19 gara-gara cemas bersama dengan kemunculan virus corona varian Omicron.
Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein, mengungkap ketentuan ini setelah menggelar rapat bersama dengan Kuartet Menteri tertentu penanganan Covid-19 pada Selasa (30/11).

"Saat ini, Rapat Kuartet menentukan untuk menunda upaya transisi ke tahap endemi sampai kita sadar lebih banyak berkenaan varian Omicron," ujar Hishammuddin, sebagaimana dikutip The Star, Selasa (30/11).

Menurut Hishammuddin, keempat menteri membahas masalah varian Omicron ini secara panjang lebar di dalam rapat tersebut.

Mereka mengakui bahwa Malaysia sebetulnya belum mendeteksi satu pun masalah Omicron, tapi kemunculan varian baru itu dikhawatirkan dapat berdampak pada penanganan pandemi.

"Jika kita tak memantau Omicron bersama dengan ketat, bagaimana kita dapat menanganinya?" katanya.

Ia meyakinkan bahwa pemerintah Malaysia tetap terus memantau negara-negara yang udah melaporkan masalah Omicron. Namun, suasana saat ini ini tetap begitu cair.

Baca Juga: Alasan Raffi Ahmad Samakan Nama Rayyanza bersama dengan Rafathar

Hishammuddin terhitung menjelaskan bahwa ketentuan Malaysia untuk melarang masuk pendatang dari sejumlah negara Afrika bukan gara-gara geopolitik, tapi demi kesehatan.

"Saya percaya negara-negara Afrika ini sadar bahwa ini bukan berkaitan diplomasi atau geopolitik, tapi kesehatan. Kami tak senang sebabkan sia-sia progres sejak 1,5 tahun belakangan gara-gara ketentuan tak bertanggung jawab," tuturnya.

Halaman:

Editor: Wahidin Noer Indra

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook Rp2.165 Triliun

Selasa, 7 Desember 2021 | 11:32 WIB

Putin Desak WHO Segera Izinkan Vaksin Sputnik

Senin, 6 Desember 2021 | 16:39 WIB
X