NATO Sebut Rusia Siap Perang, Kirim Ribuan Personel ke Dekat Ukraina

- Selasa, 30 November 2021 | 13:16 WIB
Arsip - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Brussel, Belgia, Maret 2021. (ANTARA/Olivier Hoslet/Pool via Reuters)
Arsip - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Brussel, Belgia, Maret 2021. (ANTARA/Olivier Hoslet/Pool via Reuters)

UmatPost - Menteri luar negeri negara bagian NATO menggelar pertemuan di Ibu Kota Latvia, Riga, fungsi membicarakan respons menghadapi pengerahan militer Rusia di perbatasan Ukraina pada Selasa (30/11).
Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu menggelar rapat khusus berikut di tengah kegelisahan negara Barat soal ancaman invasi Rusia ke Ukraina di dalam saat dekat.

"Tidak ada kejelasan tentang tekad Rusia tetapi ada konsentrasi pasukan yang tidak biasa untuk ke-2 kalinya tahun ini (ke dekat perbatasan Ukraina)," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg kepada AFP saat datang ke pasukan aliansi itu di Latvia.

"Kami menyaksikan kendaraan lapis baja, drone, proses peperangan dan puluhan ribu pasukan siap tempur (di perbatasan dekat Ukraina)," paparnya menambahkan.

Meski belum percaya soal ancaman invasi, para menlu negara NATO tetap dapat membicarakan rencana darurat jikalau serangan Rusia terjadi.

Aliansi NATO yang dipimpin AS itu mengidamkan menunjukkan kepada Kremlin bahwa Rusia dapat menghadapi kerugian besar jikalau sangat melancarkan serangan pada Ukraina lagi.

Baca Juga: Sambut Kebijakan Terbaru Saudi, HNW: Pemerintah Harus Maksimalkan Persiapan Keberangkatan Jamaah Umrah

Para pejabat NATO berharap rapat darurat hari ini mampu menghasilkan rencana konkret soal dukungan militer tambahan bagi Ukraina dan penguatan pasukan NATO di timur Eropa.

Rumor rencana invasi Rusia ke Ukraina kian mencemaskan Amerika Serikat dan Uni Eropa, khususnya setelah Kiev mewanti-wanti bahwa invasi Rusia mampu berlangsung paling cepat Januari mendatang.

Beberapa sumber Gedung Putih lebih-lebih mengatakan pemerintahan Presiden Joe Biden juga tengah bersiap menghadapi kemungkinan invasi berikut bersama dengan mempertimbangkan memasok senjata baru merasa berasal dari kendaraan tempur hingga rudal pencegat Javelin ke Ukraina.

Halaman:

Editor: Wahidin Noer Indra

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook Rp2.165 Triliun

Selasa, 7 Desember 2021 | 11:32 WIB

Putin Desak WHO Segera Izinkan Vaksin Sputnik

Senin, 6 Desember 2021 | 16:39 WIB
X